Colopexy Sebagai Tindakan Bedah Terhadap Rectal Prolaps Yang Berulang Pada Kitten Domestik

Oleh : Drh Widhi Vinandhita (Karya Ilmiah)

Abstract

A case of rectal prolapse in a domestic 4 months old kitten was presented to the veterinary practice Widhi Vinandhita, with the complaint of recurrent rectal prolapse. Mucose rectal have sings of mild necrosis since last 21 days. So it was decided to do colopexy was done under ketamine-xylazine anesthesia and the animal recovered uneventfully in 7 days.

Key Words : Rectal prolapse, purse-string, colopexy.

 

Abstrak

Sebuah kasus prolapse rectum pada kucing domestic usia 4 bulan, datang ketempat praktek dokter hewan Widhi Vinandhita, dengan masalah prolapse rectum yang berulang. Maka diputuskan untuk dilakukan colopexy dengan anasthesi ketamine-xylazine dan kucing pulih dalam 7 hari.

Key Words : prolapse rectum, jahitan tembakau, colopexy

 

I. PENDAHULUAN

Rectal prolapse adalah tonjolan keluar mukosa rectal dari anus. Kondisi yang berhubungan dengan prolapse rectum antara lain endoparasitm, enteritis, intestinal foreign bodies, distokia, urolithiasis, konstipasi, defek congenital, spincter laxity, prostatic disease, bedah perineal (Fossum, 2013).

Pada kucing dewasa jantan, prolapse rectum telah dilaporkan sebagai efek sekunder dari obstruksi uretra. Pada kucing dewasa betina, prolapse rectum terjadi sebagai efek sekunder dari distokia.

Reposisi prolaps rectum dapat dilakukan apabila rectum yang keluar tidak atau sedikit mengalami kerusakan. Reposisi prolapse rectum dilakukan dengan teknik jahitan purse-string.

Namun jika prolapse rectum berulang, pembentukan kantung rectal dan penyimpangan yang berhubungan dengan perineal hernia terjadi maka merupakan indikasi dilakukannya operasi colopexy.

Colopexy adalah membuat ikatan permanen antara permukaan serosa colon dan dinding abdominal untuk mencegah pergerakan colon bagian belakang dan rectum.

  1. CASE REPORTS

Seekor kucing lokal, usia empat bulan, jantan, ras lokal, aktif, jinak, tampak massa rectum bewarna merah dengan derajat mildnekrosis keluar melalui anus,   datang ke tempat praktek. Kucing ini, sebelumnya sempat direposisi prolaps rectum dengan teknik jahitan purse-string dua kali di kolega dokter hewan namun jebol lagi. Akhirnya direposisi ditempat praktek dan mengalami prolapse rectum kembali. Reposisi yang kedua selang delapan hari, mengalami prolap rectum kembali. Kondisi ini dibiarkan oleh pemilik selama sekitar tiga minggu. Kucing akhirnya dibawa ketempat praktek dan kita putuskan untuk melakukan operasi colopexy.

Prognosis

Prognosis bergantung pada penyebab, derajat keparahan prolapse, lama kejadian dan apakah terjadi prolapse berulang (Fossum, 2013). Prognosis pada tindakan colopexy akan baik apabila penyebab primernya diatasi.

Preoperasi

Sebelum colopexy tidak perlu dilakukan puasa panjang dan enema.

 

Rectal Prolaps Kucing

Gambar 1. Rectal Prolaps Colon

 

Colon Kucing

Gambar 2. Colon

 

Penarikan Colon Kearah Cranial Kucing

Gambar 3. Penarikan Colon Kearah Cranial

 

Enam Titik Jahitan

Gambar 4. Enam Titik Jahitan Sederhana Terdapat Banyak Cacing Pita

 

Penutupan Kulit Kucing

Gambar 5. Penutupan Kulit

 

Dua Hari Pasca Operasi Pada Pup Kucing

Gambar 6. Dua Hari Pasca Operasi Pada Pup

 

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Teknik Operasi

  1. Tempatkan refraktor untuk mengangkat tepi dinding abdominal.
  2. Sayat permukaan dinding colon bagian belakang beberapa centimeneter dari cranial pubis. Sayatan dilakukan menggunakan pisau scalpel. Dapat juga dengan menginsisi serosa colon.
  3. Dibuat sayatan sepanjang 4-6 cm pada dinding peritoneum sebelah ventrolateral.
  4. Dibuat 6 titik jahitan tunggal sederhana antara dinding peritoneum dan dinding colon descenden yang sudah disayat. Benang yang digunakan adalah benang monofilament absorbable (megasorb). Jarak antar satu jahitan dengan jahitan yang blain adalah 1 cm.
  5. Penutupan peritoneum diakhiri dengan penjahitan kulit.
  6. Dibuat sayatan sepanjang 4-6 cm pada dinding peritoneum sebelah ventrolateral.
  7. Dibuat 6 titik jahitan simple interrupted antara dinding peritoneum dan dinding colon descenden yang sudah disayat. Benang yang digunakan adalah benang monofilament absorbable (megasorb). Jarak antar satu jahitan dengan jahitan yang lain adalah 1 cm.
  8. Penutupan peritoneum diakhiri dengan penjahitan kulit.

Kucing mulai siuman tidak beberapa lama setelah colopexy selesai. Makan minum mau. Selama dua hari pasca operasi diberikan gastrointestinal hills (i/d).

Pasca Operasi

Analgesic diberikan selama 1-3 hari. Komplikasi yang sering terjadi adalah berulangnya gejala klinis dari teknik operasi yang minim, lepasnya jahitan pexy, atau menetapnya masalah utama. Selain itu, penetrasi hingga ke dalam colon dapat membuat kontaminasi ke dalam ruang abdomen (Tobias, 2010).

Terapi yang dilakukan pasca operasi adalah pemberian analgesik, antibiotik, infus RL, dan vitamin. Antibiotik diberikan selama 7 hari dan antidiare. Dua hari pasca operasi pup masih lembek dan sehari pasca operasi pada pup terdapat cacing pita. Selanjutnya diberikan obat cacing drontal cat.

 

IV. KESIMPULAN

Prolapse rectal yang berulang dapat ditangani dengan mudah melalui colopexy. Namun harus dilakukan peneguhan diagnosa penyebab utama dari tenesmus dan segera mengatasinya.

 

V. REFERENSI

Fossum, Theresa Welch. 2013. Small Animal Surgery. 4th Edition. Elsevier. Mosby.

Monsang, S.W., Singh, J., Madhu, D.N., Amarpal., Pawde, A.M., Kinjavdekar, P. 2014. Surgical Management of Recurrent Rectal Prolapse in a Domestic Kitten (Felis Catus)-case report. Journal of Advanced Veteriner Research. Volume 4, Issue 3 (2014) 142 – 144. ISSN : 2090-6277/2090 – 6269, www.advetresearch.com.

Tobias, Karen M. 2010. Manual of Small Animal Soft Tissue Surgery. 1rd Edition. Wiley-Blackwell. USA.

author